GOOGLE telah dipaksa untuk mematikan sistem analisis data yang digunakannya untuk mengembangkan mesin pencari yang disensor untuk Cina setelah anggota tim privasi perusahaan mengajukan keluhan internal yang telah dirahasiakan dari mereka. Keretakan internal atas sistem tersebut memiliki konsekuensi besar, secara efektif mengakhiri pekerjaan pada mesin pencari yang disensor, yang dikenal sebagai Dragonfly , menurut dua sumber yang akrab dengan rencana tersebut. Insiden ini merupakan pukulan besar bagi para eksekutif Google, termasuk CEO Sundar Pichai, yang telah selama dua tahun terakhir menjadikan proyek China sebagai salah satu prioritas utama mereka. Perselisihan dimulai pada pertengahan Agustus, ketika The Intercept mengungkapkan bahwa karyawan Google yang mengerjakan Dragonfly telah menggunakan situs web yang berbasis di Beijing untuk membantu mengembangkan blacklist untuk mesin pencari yang disensor, yang dirancang untuk memblokir kategori informasi yang luas yang terkait den...